SHAHIH BUKHARI nomor : 135
٤ - كِتَابُ الْوُضُوْءِ
(۱) بَابُ مَا جَاءَ فِي الْوُضُوْءِ
وَقَوْلِ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ﴾ [المائدة: ٦] ، قَالَ أَبُو عَبْدِ اللّٰهِ: وَبَيْنَ النَّبِيُّ ﷺ أَنَّ فَرْضَ الْوُضُوْءِ مَرَّةً مَرَّةً، وَتَوَضَّأَ أَيْضًا مَرَّتَيْنِ مَرْتَيْنِ وَثَلَاثًا، وَلَمْ يَزِدْ عَلَى ثَلَاثٍ، وَكَرِهَ أَهْلُ الْعِلْمِ الْإِسْرَافَ فِيْهِ، وَأَنْ يُحَاوِزُوْا فِعْلَ النَّبِيَّ ﷺ.
۲) بَابٌ : لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ
١٣٥ - حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ الْحَنْظَلِيُّ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ : أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: ((لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّا))، قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ : مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟ قَالَ : فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ. [اُنْظْرْ : ٦٩٥٤]
4- KITAB WUDHU
(1) Bab Sesuatu dalam Wudhu
Firman Allah 4, "Apabila kalian hendak melaksanakan shalat maka basuhlah wajah dan tangan kalian sampai ke siku, sapulah kepala kalian, dan (basuhlah) kedua kaki kalian sampai kedua mata kaki," (QS. 5 Al Māidah ayat:6). Abu Abdullah berkata, "Nabi ﷺ menjelaskan bahwa kewajiban wudhu itu hanya dibasuh satu kali-satu kali. Beliau juga pernah berwudhu dengan membasuh dua kali-dua kali dan tiga kali-tiga kali, tapi beliau tidak pernah membasuh lebih dari tiga kali. Para ulama tidak suka berlebihan di dalamnya. Mereka juga tidak ingin melampaui cara Nabi ﷺ."
(2) Bab Shalat Tidak akan Diterima tanpa Bersuci
135. Ishaq bin Ibrahim al-Hanzhali menyampaikan kepada kami dari Abdurrazaq yang mengabarkan kepada kami, dari Ma'mar, dari Hammam bin Munabbih yang mendengar Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat orang yang berhadats tidak akan diterima hingga dia berwudhu." Seorang laki-laki dari Hadhramaut berkata, "Apa yang dimaksud dengan hadats, wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab, "Kentut, baik dengan suara atau tidak."[ HR. BUKHARI nomor : 135 ](Lihat hadits no. 6954).
تعليقات